Kurikulum 2013. Manajemen Perubahan

Konsep Manajemen Perubahan

Manajemen perubahan adalah sebuah strategi sistematis pengelolaan sumberdaya untuk membawa individu, tim, dan organisasi dari kondisi statusquo menuju situasi baru yang yang lebih baik. Perubahan ini meliputi seluruh pemangku kepentingan dalam oraganisasi.

Change management is an approach to shifting/transitioning individuals, teams, and organizations from a current state to a desire future state, Wikipedia (2012)

Perubahan merupakan sebuah keniscayaan. Ajaran agama juga menyatakan bahwa segala sesuatu di alam ini sifatnya berubah. Ada yang berubah karena cuaca, iklim, sosial, peraturan baru, perkembangan teknologi dan lain sebagainya. Satu-satunya yang tidak berubah di alam ini adalah perubahan itu sendiri.

Perubahan merupakan suatu kebutuhan. Karena desakan kondisi lingkungan maka setiap orang harus seantiasa menyesuikan dirinya dengan perubahan tersebut.

Untuk bisa survive dalam situasi yang senantiasa berubah itu maka diperlukan pembenahan terhadap diri masing-masing. Kemampuan untuk menerima perubahan harus senantiasa terinstol dalam mindset kita. Tanpa kemampuan itu akan sangat sulit melakukan adaptasi dan memenangkan pergulatan dalam perubahan yang terjadi.

Konsep pelaksanaan perubahan atau change yang sangat populer saaa ini adalah seperti yang dikemukakan oleh Kurt Lewin. Manajemen perubahan ini menganalogikan konsep ilmu fisika dan teknik, di mana jika kita akan mengubah bentuk benda seperti besi agar sesuai dengan keinginan kita maka harus dicirkan terlebih dahulu agar mudah dibentuk, selanjutnya dimasukkan kedalam format cetakan, selanjutnya dilakukan pendinginan . Teknik perubahan Kurt Lewin dapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Pencairan (UNFREEZING)

Pada tahap ini pimpinan perubahan menjelaskan tentang pentingnya untuk berubah, memperbesar keinginan dan dorongn untuk berubah, dan mengurangi atau memperkecil hambatan terhadap perubahan.

2. Tahap Mengubah (CHANGE)

Pada fase ini yang harus dilakukan adalah mengubah komponen individu, kelompok, dan struktur organisasi.

3. Tahap Pembekuan (REFREEZING)

Pada tahap ketiga ini atau disebut juga tahap pemeliharaan, dilakukan pemberian dorongan terhadap budaya baru, penyesuaian antar komponen, pemeliharaan terhadap komponen yang telah sesuai.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s